01 Desember 2018

Pengujian Tegangan Tinggi


TUGAS TEKNIK TEGANGAN TINGGI
“TEGANGAN TINGGI”




OLEH:
RAYHANS NAJIB AL-FAROUQ
(D1021161006)


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2018



A.  Pengertian Dasar Tegangan Tinggi

Tegangan Tinggi merupakan tegangan yang dianggap cukup tinggi oleh para teknisi listrik sehingga diperlukan pengujian dan pengukuran dengan tegangan tinggi yang bersifat khusus dan memerlukan teknik-teknik tertentu (subyektif) atau dimana gejala-gejala tegangan tinggi dimulai (obyektif). (Artono Arismunandar, 1984).
Klasifikasi Tegangan di Indonesia:
·         Rendah                   = 40 V - 1 kV
·         Menengah               = 6 – 20 kV
·         Tinggi                     = 20 – 150 kV
·         Ekstra Tinggi          = >150 kV
Tegangan Tinggi dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
Ø  Tegangan Tinggi Normal
Tegangan yang dapat ditahan oleh sistem tersebut untuk waktu tidak terbatas.
Ø  Tegangan Tinggi Lebih (Gangguan)
Hanya dapat ditahan oleh sistem dalam waktu terbatas.
Tegangan Tinggi dapat digolongkan menjadi 3, yaitu:
1.    Bentuk
Bila digolongkan menurut bentuknya maka tegangan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu :
a)      Periodik
Bentuk gelombang tegangan dari periodik yaitu Sinusoidal 50 Hz. Contohnya overvoltage
b)      Aperiodik
Bentuk gelombang tegangan dari aperiodik yaitu Impuls. Contohnya petir dan switching.
2.    Sebab
Bila digolongkan menurut sebabnya maka tegangan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu:
a)      Internal
Contohnya: Transien saat pemutusan beban
b)      Eksternal
Contohnya: Petir
3.    Sifat
Bila digolongkan menurut sifatnya maka tegangan tinggi dibagi menjadi 2, yaitu:
a)      Alamiah
Dari luar sistem. Contohnya Petir
b)      Buatan
Dari dalam sistem. Contohnya Trafo Step-up, switching dan man made overvoltage
B.  Pengujian Tegangan Tinggi
Dasar-dasar pengujian Tegangan Tinggi:
·       Kegagalan pada alat listrik umumnya terjadi karena kegagalan isolasi
·       Kegagalan isolasi disebabkan oleh:
-          Isolasi sudah lama dipakai (Aging)
-          Kerusakan mekanis
-          Berkurangnya kekuatan dielektrik
-          Waktu pemakaian
-          Terkena tegangan lebih
Tujuan dari pengujian Tegangan Tinggi adalah untuk menemukan bahan yang kualitasnya tidak baik atau ada kesalahan pada waktu pembuatannya, untuk menjamin peralatan dapat bekerja pada keadaan tegangan normal untuk waktu yang tidak terbatas dan untuk menguji ketahanan isolasi pada peralatan listrik dapat tahan terhadap tegangan lebih untuk waktu terbatas.

Gambar 1. Grafik Tegangan Tinggi
Sumber : https://www.slideshare.net/RioAfdhala/ppt-pertemuan-1-teknik-tegangan-tinggi-kelompok-4


Gambar 2. Grafik Tegangan Pengujian terhadap Waktu Pengujian
 Sumber : https://www.slideshare.net/RioAfdhala/ppt-pertemuan-1-teknik-tegangan-tinggi-kelompok-4

1.     Pengujian ketahanan pada tegangan yang dinaikkan sampai tegangan tertentu untuk waktu tertentu.
2.       Pengujian pelepasan.
3.       Pengujian kegagalan atau breakdown dengan tegangan gagal.

Jenis pengujian Tegangan Tinggi:
·           Pengujian Merusak (Destructive):
-       Pengujian ketahanan (Withstand test)
Sebuah tegangan tertentu diterapkan untuk waktu tertentu, bila tidak terjadi lompatan api (flashover, disruptive discharge), maka pengujiannya dianggap memuaskan.
-       Pengujian Pelepasan (Discharge Test)
Tegangan yang dinaikan sehingga terjadi pelepasan pada benda yang diuji, tegangan pelepasan lebih tinggi dari tegangan ketahanan. Pengujian dapat dilakukan dengan suasana kering (udara biasa) dan udara basah (menirukan keadaan hujan).
-       Pengujian Kegagalan (Breakdown Test)
Tegangan dinaikan sampai terjadi kegagalan (breakdown) di dalam benda (specimen) yang diuji.
·           Pengujian Tidak Merusak (Non- Destructive):
-       Pengukuran tahanan isolasi
-       Pengukuran faktor daya elektrik (Tan δ)
-       Pengukuran korona
Istilah-istilah dalam pengujian:
·         Discharge (pelepasan muatan)
Fenomena dimana terjadi kegagalan isolasi karena tekanan dielektrik yang menyebabkan hilangnya tegangan dan meningkatnya nilai arus.
·         Sparkover (percikan listrik)
Discharge yang terjadi pada udara dan gas yang tidak mengikuti permukaan bahan isolasinya.
·         Flashover (lompatan listrik)

Discharge yang terjadi pada udara dan gas yang mengikuti permukaan bahan isolasinya.

C.  Pengukuran Tegangan Tinggi
Pengukuran Tegangan Tinggi dapat dilakukan dengan cara berikut:
Jenis Tegangan
Cara atau Teknik Mengukur
Tegangan AC
·         μ Ampere meter (Tahanan Seri)
·         Pembagi Tegangan (Resistor)
Tegangan DC
·         Pembagi Tegangan (Resistor)
·         Pembagi Tegangan (Kapasitor)
·         Meter arus dengan impedansi seri
Impuls
·         Voltmeter Sela Bola
·         Oscilloscope


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Motor Arus Bolak-Balik (AC)

  BAB I PENDAHULUAN 1.1.   Latar Belakang Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang putaran rotornya tidak sama...